ads here

Aziz Qahhar: Pilih Pemimpin Harus Rasional dan Memiliki Integritas

advertise here
LUWU - Bakal Calon Wakil Gubernur Sulsel Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar menyatakan memilih pemimpin tidak boleh sembarangan, apalagi serampangan.

"Memilih pemimpin mesti melalui pertimbangan rasional dan objektif. Karena pemimpin itu menyangkut kepentingan masyarakat," kata Aziz dalam acara diskusi yang digagas pemuda Aliansi Masyarakt Pro Demokrasi( AMPD) di Warkop Topoka, Luwu, Selasa (08/08/2017).

“Begitulah semestinya kita mengambil sikap dalam memilih pemimpin. Karena kita bukan lagi anak-anak yang tidak bisa memilah dan memilih pemimpin yang memiliki kapasitas dan integritas dengan tidak,” lanjut Aziz.

Aziz Qahhar menambahkan, memilih pemimpin dibutuhkan kedewasaan. Termasuk dewasa dalam melihat dinamika yang terjadi masyarakat.

“Karena itu, mari kita bedah dengan objektif dan mengedepankan kepentingan masyarakat. Siapa yang pantas dan siapa yang tidak pantas untuk memimpin,” tegas pasangan Nurdin Halid ini.

Anggota DPD RI ini lalu menegaskan, demikianlah sikap yang harusnya diambil dalam menentukan atau memilih pemimpin.

“Saya tidak sedang dalam kampanye melainkan mengingatkan kepada kita semua perihal kepemimipinan,” imbuh Aziz Qahhar.

Diskusi yang digagas pemuda Aliansi Masyarakt Pro Demokrasi( AMPD) ini bertema, “Membangun Kampung, Membangun Bangsa.”



Ratusan pemuda hadir dalam acara ini. Termasuk Calon Bupati Luwu, Patahuddin, Sekretaris Dinas Pendidikan Luwu, Andi Muin dan Ketua DPRD Luwu, Andi Abdul Muharrir.

Andi Abdul Muharrir menambahkan, pada Pilgub Sulsel 2018, sudah sangat jelas calon mana yang mempunyai visi misi yang patut diperjuangkan. Sama jelasnya, calon yang mesti didukung dan mesti diantisipasi.

“Visi misi yang telah diprogramkan NH-Aziz sudah senada dengan harapan kita semua. Jadi kewajiban kita sekarang adalah bagaimana memenangkan pasangan usungan Golkar ini,” tutup Ketua DPRD Luwu ini.

Sosialisasi Aziz Qahhar di Luwu bukan hanya dialog di warkop. Akan tetapi juga bersilaturahmi dengan masyarakat di Desa Sampeang, Kecamatan Bajo. (ful/ssf)
Advertisement
BERIKAN KOMENTAR ()